Sunday, January 23, 2011
rashia bersedekah
assalamualaikum semua, kalau lah tuan tuan semua tahu kelebihan bersedekah...rasanya setiap hari tuan tuan akan bersedekah...senyuman pun sebenarnya sedekah...bolih mengubati hati insan lain yang sedang lara
Monday, January 17, 2011
Mahligai Rimba Ini
Di Mahligai Rimba ini
Hanya doa kudus menemani
Indahnya alam ciptaan ilahi
Penuh misteri nan memberi erti
Pada mereka yang tahu mengerti
Anugerah sepi didinihari.....
Tatkala bersendiri sunyi begini
Kebesaran Ilahi meruntun hati
Betapa naluri mencari hakiki
Mengharap nur menerangi
Syukurku pada ilahi
Atas kesempatan sebegini....
Malam sepi nan sunyi begini
Sang Cengkerik riang bernyanyi
wirid syukur pada ilahi
Atas nikmat yang dianugerahi
Mendapat rezeki yang tak terperi
Disepanjang liku jalan yang direntasi...
Sedangkan aku tika sepi sunyi begini
Asyik mahsyuk melayari hati
Mencari diri dalam hakiki
Tika yang lain diuliti mimpi
Sudahkah cukup bekal ukhrawi?
Semakin kuteliti ...semakin kungeri..
Z.Lubes, Bukit Ayer, Perlis.
12hb.April.2010.
copyright reserved.
Epilog pilu di Kota Bandung
Di Kota Bandung ini
Bezataranya begitu ketara
Antara Elit dan Marhain
Elit mendongak ke langit
Marhain melata di bumi…sungainya air mata
Hati ini bertanya…sudah bersarapankah si peminta?
Sedangkan yang pertengahan merasa keliru
Antara arah yang mau dituju...
Manusia kan merasa besar
Pabila belanja di Pasar
Manusia kan merasa begitu kerdil...
Pabila adanya tangan-tangan...
Yang menadah meminta-minta
Yang tak sempat kuhulur
Kumohon maaf dari hati yang luhur
Ku titipkan doa…agar yang lebih dermawan kan muncul
Menabur benih budi…penyambung senyum
Justeru tanpa kusedari…
Sesuatu menitis di hujung mata
Hangatnya sepilu hati
Membasahi di pipi
Lantaran, Syukurku diuji begini
Di satu simpang…dalam perjalanan
Bebola mataku sempat melihat
Sandiwara ceritara pilu manusia
Anak-anak yang selayaknya di bangku sekolah...
Berbondong-bondong menggalas jualan
Yang masih bisa ditawar harganya...
Seiring senyuman duka dalam keterpaksaan
Harga sebutir keringat di sini…
Untuk makan malam sekeluarga
Di Kota Bandung ini
Terpahat di sudut dada
Masih ada hilai tawa…di celahan duka nestapa
Seiring bingitnya kota
Kerana dasar syukur seadanya Hamba…
Lantaran itu neon malamnya terus menyala
Sampai bila-bila...sampai bila-bila
Meskipun di hati ini pilu dan hibanya
Masih kuterasa…
Z. Lubes Amir
Aston Braga, Bandung, Indonesia
30.01.2009
Copyright reserved
Subscribe to:
Posts (Atom)